Followers

Sunday, January 2, 2011

pesan umi

Assalamualaikum,




Umi, Selamat Hari Lahir yang ke 40++. Maafkan kakak sebab lambat wish, banyak benda dalam kepala kakak ni sampai kul 11 pagi tadi baru ingat hari ni birthday umi. Jahat kan kakak? Birthday umi sendiri pun lupa.



Seronoknya kalau kakak ada disisi umi dan keluarga saat ini. Rindu rasanya nak melihat senyuman, gelak ketawa umi, adik dan semua. Sungguh. Biar berjuta senyuman teman taulan tak sama dengan sekuntum senyum umi. 



Umi kata, umi dah semakin lanjut usia. Harapnya nanti tercapai impian umi nak lihat kakak bahagia dan bahagiakan umi dan juga keluarga kita. Sudah tentu umi. Jika suratan itu tertulis untuk kakak, pasti. Kakak akan laksanakan.



Umi, sungguh umi pernah kata kasih sayang orang lain tak kan pernah serupa dan setulus kasih ibu. Umi pernah kata tidak ada orang sayangkan kita layaknya seorang ibu yang sayangkan anaknya. Dulu kakak hanya dengar masuk telinga kanan keluar telinga kiri namun setelah kakak belajar hidup sendiri kakak sedar benarlah kata umi. Tidak ada pujukan selembut pujukan umi. Tidak ada elusan kasih selembut kasih umi. Tidak ada sinar pandangan mata seikhlas redup sinar mata umi, terhadap kakak. Terhadap adik. Dan kakak rindukan semua itu. Ah, masa terlalu pantas berlari. Sehingga kadang- kadang kakak lupa untuk menghayati apa yang kakak lalui sebelum ini. Namun masa tidak boleh diputar kembali.




Umi, suatu hari nanti kakak ingin melayan umi seperti mana umi melayan kakak sejak mula kakak lahir hingga kini. Umi yang tamparkan nyamuk yang hinggap di tubuh kakak, umi yang berjaga malam menemani kala sakit demam kakak. Umi lah segalanya. Yang teman tangis kakak pun umilah. Yang kalau kakak senyum umi ketawa, kalau kakak muram airmata umi yang tumpah dulu. Yang kadang- kadang permintaan kakak belum sempat habis meluncur dari bibir umi sudah angguk. Yang segala apa yang kakak tunjuk umi angguk juga sambil senyum. Yang kakak ingin pergi kemana- mana umi bawa. Yang berhabis untuk kakak pun umilah, segala- galanya umi lah juga. Selain DIA, tentunya.



Terima kasih umi kerana sudi menangis bersama kakak, yang sudi mendengar cerita kakak walau pagi dinihari tika kita jauh. Yang menelefon kakak paling kurang sekali sehari. Kakak akan ingat sampai bila- bila tangan yang mengusap airmata di pipi kakak bila kakak menangis umi. Yang masih memandang kakak dengan harapan tika semua orang sudah berputus asa dengan kakak. Yang percayakan kakak, untuk segala- galanya.  Kakak tak akan lupa sampai bila- bila. 



Umi pesan " Bukan senang untuk dapat seorang sahabat yang akan menyayangi kita seikhlas hati. Jika sudah ada jagalah persahabatan itu sebaik- baiknya. Kerana itu pemberian Allah ".




Dan, kakak belum dapat sahabat sebegitu umi.
Namun bukan itu yang kakak suguhkan umi. Umi jangan bimbang itu. Kakak baik- baik saja. 




Umi, selamat hari lahir. Nantikan kepulangan kakak ! (=




Salam rindu,
-kakak







No comments: